Kasus Charlie Hebdo Dari Sudut Pandang Orang Prancis – Jangan salah kaprah!

image_2015-01-10_100446

Terus terang, sejak awal kasus ini, saya ingin diam dan biarkan orang di sekitar saya, baik di dunia nyata dan dunia maya berdebat, dengan harapan -yang ternyata tak terpenuhi, bahwa mereka bisa mendikusikan isu ini secara damai dan tanpa naik darah.

Cuman, setelah melihat beberapa argumen, sebagai orang Prancis yang membaca majalah-majalah sejenis Charle Hebdo sejak umur 10 tahun, sebagai orang agnostik yang tidak pernah merasa benci terhadap agama apapun, dan sebagai pecinta damai, saya terdorong untuk berbagi opini.

Silakan dibaca.

1) Kejadian penembakan kartunis Charlie Hebdo lebih dari satu dimensi.

Semakin saya membaca reaksi di media online, semakin saya sadar bahwa banyak opini yang disuarakan mengabaikan fakta bahwa insiden penembakan Charlie Hebdo terjadi di negara lain.

Sudah jelas bahwa terorisme adalah masalah global, dan kasus Charlie Hebdo merupakan salah satu akibatnya. Maka, keprihatinan komunitas dunia sangat dapat dipahami.

Tapi, apa memang suatu tindakan teroris terhadap suatu aspek tertentu dari satu negara tertentu dapat dibahas dari perspektif global atau, lebih jauh lagi, melalui perspektif negara lain?

Maaf, tetapi menurut akal sehat saya, tidak. Walaupun, tentu saja, aspek global dan lokal memang terkait, faktor-faktor lokal harus diketahui agar semua orang mengerti sikap warga setempat.

2) Aspek-aspek dan dampak lokal tidak dapat dibahas secara efektif tanpa pengetahuan tentang budaya Prancis yang menyeluruh.

Salah satu type reaksi yang paling membuat saya bingung adalah kritik terhadap jenis kartun yang dipublikasi oleh Charlie Hebdo, serta kritik terhadap kebebasan berekspresi di Prancis, tanpa mengetahui asal-usulnya.
Izinkan saya memberi penjelasan:
Charlie Hebdo adalah majalah satir yang berdiri pada tahun 1960. Pada saat itu, walaupun Prancis meraih kemakmuran yang luar biasa, sebagian besar dari rakyatnya (di antara lain, kaum buruh, siswa dan pendatang) sangat tertekan oleh situasi ekonomi yang memunculkan kekerasan dan tindakan opresif dari pemerintah dan berbagai ‘ormas’.

Kelompok jurnalis yang menciptakan Charlie Hebdo berniat untuk mensosialisasikan ide-ide yang melawan status-quo pada era itu melalui humor, persisnya melalui humor satir.

Ternyata, banyak konsep yang didukung oleh Charlie Hebdo sudah menjadi bagian utuh dari budaya Prancis, terutama kebebasan berekspresi dan kebebasan pers – dua konsep yang telah mengubah pola pikir negara saya secara definitif.

Pemahaman mengenai fakta-fakta di atas sangat penting agar mengerti bahwa, walaupun Prancis pernah mengalami revolusi untuk memisahkan agama dari struktur pemerintahan, kebebasan berekspresi adalah sumber dari suatu bagian budaya Prancis yang sangat amat penting yaitu, kebebasan beragama.

Mungkin bisa dibilang bahwa kebebasan berekspresi di Prancis sama pentingnya dengan Pancasila di Indonesia dan harus diakui, Charlie Hebdo adalah salah satu pelopornya.

Sayang sekali, oleh karena keterbatasan format dan kekurangan pengetahuan tentang budaya lokal, kebanyakan sumber berita online dari luar Prancis tidak mampu memaparkan latar belakang ini.

3) Pemicu kejadian Charlie Hebdo bukan agama, tapi kebencian.

Saya akui saya tidak tahu banyak tentang agama Islam, dan saya tidak ingin menjadi “instant Islamologist” seperti banyak komentator asing di jagad internet.
Tapi apa memang harus menjadi ahli agama untuk membedakan iman dan teror? Apa belum jelas bahwa agama secara umum dan terutama Islam sudah menjadi tameng bagi kelompok dan golongan yang ingin menyebar kebencian demi keuntungan mereka sendiri?

Kalau orang kriminal berlindung di belakang tameng, apa gunanya membahas tamengya?
Tidak akan mungkin kita bersatu dalam damai kalau kita tidak akui bahwa teror hanya bisa disamakan dengan kebencian, apapun slogannya, apapun tamengnya.

4) Dukungan akan persepsi penembak adalah penerimaan aksi teror.

Pernah kah anda mencoba berdebat dengan seseorang yang selalu tersinggung oleh apapun yang anda katakan? Dikritik marah, dipuji marah, dicuekin marah, tipe orang seperti itu selalu punya alasan untuk mengeluarkan amarahnya dan mengepalkan tangannya.

Teroris tidak mencari keadilan, teroris tidak mencari kebenaran, teroris hanya mencari alasan untuk bertindak.

Dengan berujar bahwa kita bisa mengerti kenapa teroris tersinggung, kita lupa bahwa teroris selalu akan mencari alasan untuk beraksi, dan terkadang akan beraksi tanpa alasan sama sekali.

Dengan bekomentar “Makanya jangan dipancing”, kita hanya membenarkan kebencian yang mereka usung dan kita lupa bahwa lama-lama, apapun yang kita katakan akan dianggap sebagai pancingan.

Lalu apa kita harus hidup, hari demi hari, dengan rasa takut akan apapun yang kita katakan dianggap provokasi? Kalau iya, mereka sudah menang, selamat datang di dunia kebencian.

5) Anda bersitegang, teroris menang.

Teroris hanya bisa berjaya dalam konteks kekacauan. Mereka memelihara dusta dan permusuhan antar kaum supaya kita ketularan kebencian mereka, hingga kita jadi merasa takut kedengaran oleh tetangga kita sendiri dan tidak lagi berani bersuara.

Teroris menunggu saat kita menunduk sendiri, biar bisa menduduki kepala kita.

Lalu, bagaimana?

Saya pernah baca kata-kata yang sangat bijaksana. Yang mengutipnya bukan saya, tapi Denny Armandhanu dalam kolomnya di CNN Indonesia:

“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.”

Sebagai orang agnostik, saya anggap kata-kata itu sebagai pesan kedamaian, dan demi kedamaianlah saya tulis artikel ini.

Peace, always.

BUT WHO WROTE THIS?

Danny Hefer



  Free roaming opinionist, Danny spends his free time roundhouse kicking life in the nuts and doing really weird startup thingies. Even if out of context it does sound kind of gross, Danny is the Lemon's daddy.

Personal message: Tip me and make my day! (Tip me a lot, make my year!)

BitCoins: 1K8fabDTT1mYGZxGdQgXnKZdHcxHVS6Mx5
NXT: NXT-X3LY-74UC-YR7K-5D2SU
 
This site condensates the best of 7 years of content I've been writing for free. It will keep on being so, but hey, tipping is always welcomed :) Since other authors can join, I'm playing fair and only asking for your kind support (and a couple of billions USD) in the posts I wrote myself.
 
If you don't have either BTC or NXT, that's alright, just take a moment to share this post somewhere and make me more super famous, like Chuck Norris or, say, Rasputin. Thanks!

You might also like